Kamis, 27 Juni 2013
Senin, 24 Juni 2013
tugas sumber ilmiah
Beberapa Hal
Penulisan Referensi Karya Ilmiah Maret 25, 2008
Di dalam karya ilmiah, penulisan referensi (citation
mark, citation) harus dilakukan dengan baik karena pembaca harus dapat
mengecek sumber aslinya mengenai ide atau informasi yang digunakan di dalam
karya ilmiah tersebut. Penulis harus menulis daftar referensi yang ada di
domain publik yang dapat dibaca oleh pembaca, baik dalam letter, paper,
proseding, jurnal, skripsi, thesis, disertasi. Penulis tidak perlu mereferensi
pernyataan yang sudah umum (misalnya: “Bumi itu bulat.”, “Pengaplikasian teknik
kompresi suara bertujuan untuk menurunkan laju bit pengiriman data suara,
sehingga dapat menghemat lebar pita.”), namun harus mereferensi pernyataan yang
belum diterima atau diketahui secara umum, misalnya:
- “Di
dalam lalu lintas data dua arah, interaksi antara data dan pesan jawaban
akan menyebabkan penumpukan pesan jawaban sehingga mengakibatkan
terjadinya fluktuasi panjang paket data (Zhang dkk, 1990), (Zhang dkk,
1991).”
- “Telah
diterima oleh kalangan umum bahwa lalu-lintas paket data di jaringan
Internet bersifat self-similar (Paxon dkk, 1995), (Borella dkk, 1997).”
Penulis hendaknya menuliskan tanda referensi setiap
kali menggunakan sebuah referensi. Penulis dapat juga menggunakan referensi
non-tulisan, misalnya wawancara, perbincangan atau seminar; tetapi sebisa
mungkin dihindari karena akan menyulitkan pembaca mengecek sumber informasi
tersebut. Jika penulis mengutip informasi di luar domain publik, maka penulis
harus mendapatkan ijin terlebih dahulu dari pemilik informasi.
Bagaimana jika kita susah menemukan sumber informasi
karena informasi di dalam makalah ilmiah yang kita gunakan sebagai referensi
ternyata mengutip dari sumber lain. Hal ini dapat terjadi jika sumber informasi
sudah sangat sangat lama dipublikasikan atau dalam bentuk jurnal/proseding luar
negeri yang kurang terkenal. Nah, penulis harus mengindikasikan bahwa penulis
belum membaca sumbernya namun informasi yang dikutip oleh orang lain tersebut
penting. Bagaimana caranya? Penulis harus menuliskan “dikutip oleh” atau
“dikutip di dalam” (cited by, cited in). Namun demikian, penulis harus
hati-hati menggunakannya karena kemungkinan kesalahan persepsi atau kekurangtelitian
pengutip terhadap sumber informasi asli.Bagaimana mengutip sebagian naskah asli
dari sumber informasi? Jika naskah yang hendak dikutip tidak terlalu panjang
(kurang dari sekitar 20 kata), maka penulis cukup menuliskannya di dalam
kalimat dengan separasi tanda koma (tentunya diikuti dengan penulisan
referensi). Jika naskah yang hendak dikutip cukup panjang, penulis dapat
meletakkan naskah kutipan di dalam block indent dengan penulisan referensi di
bawahnya. Berikut saya berikan contoh dalam bahasa Inggris:
” … naskah …
|
Daftar
Alamat Jurnal Ilmiah Internasional dan Sumber Referensi Ilmiah Nasional
|
|
I.
E-book dalam berbagai Bidang Ilmu
II. Jurnal Ilmiah
Internasional
* Proquest
Agriculture Journals
* Proquest
Biologi Journal
* Proquest
Research Library
* Proquest
Sociology
Catatan: Penjelasan Lebih Lanjut Dapat Menghubungi Petugas
Perpustakaan PPS Unsri
2. Sumber Referensi
Ilmiah Nasional
|
Kamis, 13 Juni 2013
tugas tik _word
Rehabilitation
Stundent Center (RSC) sebagai Lembaga
Terpadu Upaya Menangani Masalah Kenakalan Remaja di Sekolah
Oleh : Rokhimah (Pendidikan Akuntansi)
Berdasarkan survey Lembaga Penelitian Statistika
Pengembangan Sumber Daya Manusia kenakalan remaja sudah meluas di
Indonesia.Hasil penelitian menunjukan 50 % kenakalan remaja di sekolah.Masa
remaja merupakan masa sangat rentan terhadap pengaruh negativ karena pada masa
ini remaja sangat labil (mudah terpengaru).Pengertian usia remaja adalah masa
peralihan dari anak – anak menuju dewasa (Sujono : 2010).Ada beberapa ahli
menyebutkan bahwa masa remaja adalah masa pubertas , masa labil dan masa untuk
mencari jati diri.Ada aspek lingkungan merupakan salah satu yang menyebabkan
terjadinya kenakalan remaja di Indonesia.
Aspek lingkungan meliputi aspek social , pergaulan,
kebudayaan ,ekonomi dan keluarga.Berkembangnya pergaulan bebas dikalangan
remaja merupakan salah satu mudah terjadinya kenakalan di kalangan
remaja.Berkembangnya arus globalisasi mudahkan arus barat untuk masuk ke
Indonesia.Remaja merupakan masa sangat rentan terhadap budaya
westernisasi.Budaya westernisasi adalah budaya kebarat – baratan dimana budaya
tersebut mengedepankan kebebasan.Dalam konteks ini kebebasan meliputi kebebasan
berpakaian , kebebasan pergaulan , dan kebebasan untuk beretika.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan tidak terlepas dari
masalah kenakalan remaja dimana hal
tersebut sangat memberi citra buruk kepada dunia pendidikan.Berdasarkan hasil
penelitian lembaga pengamat pendidikan kenakalan remaja yang dilakukan di sekolah meliputi
merokok , pacaran . tawuran , menyontek ,narkoba ,dan sek bebas.Berdasarkan
latar belakang tersebut sekolah sebagai lembaga pendidikan serta pembentukan
karakter mempunyai tanggungjawab profesional terhadap masalah tersebut.
Rehabilitasi mempunyai pengertian mengembalikan ,
memperhatikan dan menanamkan seseorang untuk menjadi lebih baik (Sarjono :
1999).Rehabilitation Stundent Center
adalah pusat lembaga untuk merehabilitasi siswa ditingkat sekolah.Tujuan dari RSC :
1.
Menanggulangi
kenakalan remaja di sekolah
2.
Mengupayakan
penanggulangan secara preventif dan kuratif
3.
Sebagai upaya
pendidikan karakter
4.
Memotivasi siswa
untuk menjadi lebih baik
Rehabilitation Stundent center memiliki program rutin dan program
rehabilitasi.Program rutin adalah program yang dilakukan secara rutin dengan
tujuan menanamkan nilai positif terhadap siswa.Program Rehabilitasi adalah
program untuk memperbaiki siswa yang melakukan kenakalan.
Program rutin meliputi :
o Intensive Learnig
o Bengkel kajian
o Sex Education
o Entrepereneur and Leadership Training
Program rehabilitasi meliputi :
o Special reward bagi siswa menyontek
o Controlling book
o Pertemuan Empat Mata (Permata)
Kegiatan yang dilakukan Rehablitation Student Center
(RSC) dilakukan dengan intensitas menurut kebijakan sekolah tersebut.Ada
program mingguan ,bulanan , dan incidental sesuai dengan keperluan.
Kesimpulan
yang dari pembahasan diatas Rehablitation
Student Center (RSC) adalah lembaga terpadu tingkat sekolah upaya
menanggulangi kenakalan remaja di sekolah.
Daftar Pustaka
Sujono . 2010.Perkembangan
manusia.Jakarta : PT.Tiga Serangkai
Sarjono.1999.Penelitian
dan Pengembangan Psikologis Manusia.Semarang : Semarang press
Langganan:
Postingan (Atom)