Senin, 24 Juni 2013

tugas sumber ilmiah

Beberapa Hal Penulisan Referensi Karya Ilmiah Maret 25, 2008
Posted by ybandung in Metode Penelitian.
Tags:
disertasi, program doktor, riset
trackback
Di dalam karya ilmiah, penulisan referensi (citation mark, citation) harus dilakukan dengan baik karena pembaca harus dapat mengecek sumber aslinya mengenai ide atau informasi yang digunakan di dalam karya ilmiah tersebut. Penulis harus menulis daftar referensi yang ada di domain publik yang dapat dibaca oleh pembaca, baik dalam letter, paper, proseding, jurnal, skripsi, thesis, disertasi. Penulis tidak perlu mereferensi pernyataan yang sudah umum (misalnya: “Bumi itu bulat.”, “Pengaplikasian teknik kompresi suara bertujuan untuk menurunkan laju bit pengiriman data suara, sehingga dapat menghemat lebar pita.”), namun harus mereferensi pernyataan yang belum diterima atau diketahui secara umum, misalnya:
  1. “Di dalam lalu lintas data dua arah, interaksi antara data dan pesan jawaban akan menyebabkan penumpukan pesan jawaban sehingga mengakibatkan terjadinya fluktuasi panjang paket data (Zhang dkk, 1990), (Zhang dkk, 1991).”
  2. “Telah diterima oleh kalangan umum bahwa lalu-lintas paket data di jaringan Internet bersifat self-similar (Paxon dkk, 1995), (Borella dkk, 1997).”
Penulis hendaknya menuliskan tanda referensi setiap kali menggunakan sebuah referensi. Penulis dapat juga menggunakan referensi non-tulisan, misalnya wawancara, perbincangan atau seminar; tetapi sebisa mungkin dihindari karena akan menyulitkan pembaca mengecek sumber informasi tersebut. Jika penulis mengutip informasi di luar domain publik, maka penulis harus mendapatkan ijin terlebih dahulu dari pemilik informasi.
Bagaimana jika kita susah menemukan sumber informasi karena informasi di dalam makalah ilmiah yang kita gunakan sebagai referensi ternyata mengutip dari sumber lain. Hal ini dapat terjadi jika sumber informasi sudah sangat sangat lama dipublikasikan atau dalam bentuk jurnal/proseding luar negeri yang kurang terkenal. Nah, penulis harus mengindikasikan bahwa penulis belum membaca sumbernya namun informasi yang dikutip oleh orang lain tersebut penting. Bagaimana caranya? Penulis harus menuliskan “dikutip oleh” atau “dikutip di dalam” (cited by, cited in). Namun demikian, penulis harus hati-hati menggunakannya karena kemungkinan kesalahan persepsi atau kekurangtelitian pengutip terhadap sumber informasi asli.Bagaimana mengutip sebagian naskah asli dari sumber informasi? Jika naskah yang hendak dikutip tidak terlalu panjang (kurang dari sekitar 20 kata), maka penulis cukup menuliskannya di dalam kalimat dengan separasi tanda koma (tentunya diikuti dengan penulisan referensi). Jika naskah yang hendak dikutip cukup panjang, penulis dapat meletakkan naskah kutipan di dalam block indent dengan penulisan referensi di bawahnya. Berikut saya berikan contoh dalam bahasa Inggris:
” … naskah …
Daftar Alamat Jurnal Ilmiah Internasional dan Sumber Referensi Ilmiah Nasional


I.   E-book dalam berbagai Bidang Ilmu

II.  Jurnal Ilmiah Internasional
1.  Proquest
  *  Proquest Agriculture Journals
  *  Proquest Biologi Journal
  *  Proquest Research Library
  *  Proquest Sociology
Catatan:  Penjelasan Lebih Lanjut Dapat Menghubungi Petugas Perpustakaan PPS Unsri
2. Sumber Referensi Ilmiah Nasional

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar