Beberapa Hal
Penulisan Referensi Karya Ilmiah Maret 25, 2008
Di dalam karya ilmiah, penulisan referensi (citation
mark, citation) harus dilakukan dengan baik karena pembaca harus dapat
mengecek sumber aslinya mengenai ide atau informasi yang digunakan di dalam
karya ilmiah tersebut. Penulis harus menulis daftar referensi yang ada di
domain publik yang dapat dibaca oleh pembaca, baik dalam letter, paper,
proseding, jurnal, skripsi, thesis, disertasi. Penulis tidak perlu mereferensi
pernyataan yang sudah umum (misalnya: “Bumi itu bulat.”, “Pengaplikasian teknik
kompresi suara bertujuan untuk menurunkan laju bit pengiriman data suara,
sehingga dapat menghemat lebar pita.”), namun harus mereferensi pernyataan yang
belum diterima atau diketahui secara umum, misalnya:
- “Di
dalam lalu lintas data dua arah, interaksi antara data dan pesan jawaban
akan menyebabkan penumpukan pesan jawaban sehingga mengakibatkan
terjadinya fluktuasi panjang paket data (Zhang dkk, 1990), (Zhang dkk,
1991).”
- “Telah
diterima oleh kalangan umum bahwa lalu-lintas paket data di jaringan
Internet bersifat self-similar (Paxon dkk, 1995), (Borella dkk, 1997).”
Penulis hendaknya menuliskan tanda referensi setiap
kali menggunakan sebuah referensi. Penulis dapat juga menggunakan referensi
non-tulisan, misalnya wawancara, perbincangan atau seminar; tetapi sebisa
mungkin dihindari karena akan menyulitkan pembaca mengecek sumber informasi
tersebut. Jika penulis mengutip informasi di luar domain publik, maka penulis
harus mendapatkan ijin terlebih dahulu dari pemilik informasi.
Bagaimana jika kita susah menemukan sumber informasi
karena informasi di dalam makalah ilmiah yang kita gunakan sebagai referensi
ternyata mengutip dari sumber lain. Hal ini dapat terjadi jika sumber informasi
sudah sangat sangat lama dipublikasikan atau dalam bentuk jurnal/proseding luar
negeri yang kurang terkenal. Nah, penulis harus mengindikasikan bahwa penulis
belum membaca sumbernya namun informasi yang dikutip oleh orang lain tersebut
penting. Bagaimana caranya? Penulis harus menuliskan “dikutip oleh” atau
“dikutip di dalam” (cited by, cited in). Namun demikian, penulis harus
hati-hati menggunakannya karena kemungkinan kesalahan persepsi atau kekurangtelitian
pengutip terhadap sumber informasi asli.Bagaimana mengutip sebagian naskah asli
dari sumber informasi? Jika naskah yang hendak dikutip tidak terlalu panjang
(kurang dari sekitar 20 kata), maka penulis cukup menuliskannya di dalam
kalimat dengan separasi tanda koma (tentunya diikuti dengan penulisan
referensi). Jika naskah yang hendak dikutip cukup panjang, penulis dapat
meletakkan naskah kutipan di dalam block indent dengan penulisan referensi di
bawahnya. Berikut saya berikan contoh dalam bahasa Inggris:
” … naskah …
|
Daftar
Alamat Jurnal Ilmiah Internasional dan Sumber Referensi Ilmiah Nasional
|
|
I.
E-book dalam berbagai Bidang Ilmu
II. Jurnal Ilmiah
Internasional
* Proquest
Agriculture Journals
* Proquest
Biologi Journal
* Proquest
Research Library
* Proquest
Sociology
Catatan: Penjelasan Lebih Lanjut Dapat Menghubungi Petugas
Perpustakaan PPS Unsri
2. Sumber Referensi
Ilmiah Nasional
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar